Ekoteologi Islam: Mengintegrasikan Nilai-Nilai Fatwa MUI No. 86 Tahun 2023 ke dalam Pola Hidup Berkelanjutan

Authors

  • Muhammad Iqbal M.Ag Writer , Muhadhir di Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga, Aceh Author

Keywords:

Ekoteologi Islam, Fatwa MUI, Pola Hidup Berkelanjutan., Islamic ecotheology, MUI Fatwa, sustainable lifestyle

Abstract

Perubahan iklim global merupakan tantangan serius yang mengancam keberlangsungan hidup manusia dan ekosistem bumi. Dalam Islam, menjaga lingkungan dipandang sebagai amanah Allah SWT yang erat kaitannya dengan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi. Tulisan ini bertujuan menguraikan integrasi nilai-nilai ekoteologi Islam yang tercermin dalam Fatwa MUI No. 86 Tahun 2023 ke dalam pola hidup berkelanjutan. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan normatif-filosofis serta sifat deskriptif-analitis. Sumber primer penelitian meliputi Al-Qur’an, hadis, dan Fatwa MUI, sementara sumber sekundernya berupa kitab klasik, buku, dan artikel akademik. Analisis dilakukan melalui content analysis dengan menghubungkan literatur klasik, fatwa kontemporer, dan kajian modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fatwa MUI No. 86/2023 tidak hanya memberikan legitimasi hukum, tetapi juga menegaskan dimensi etis, spiritual, dan sosial dalam menjaga lingkungan. Implementasinya meliputi moderasi konsumsi, penguatan ekonomi hijau, partisipasi sosial dalam gerakan lingkungan, serta pemaknaan spiritual kepedulian ekologis sebagai ibadah. Integrasi ini menegaskan maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya prinsip ḥifẓ al-bī’ah, sekaligus memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi upaya mitigasi perubahan iklim secara holistik.

Global climate change poses a serious threat to the sustainability of human life and the earth’s ecosystems. In Islam, environmental stewardship is understood as a divine trust inseparable from humanity’s role as khalīfah (vicegerent) on earth. This study aims to elaborate the integration of Islamic ecotheological values embodied in MUI Fatwa No. 86 of 2023 into sustainable lifestyle practices. The research employs a library-based qualitative design using a normative-philosophical approach with a descriptive-analytical character. Primary sources consist of the Qur’an, Hadith, and the MUI Fatwa, while secondary sources include classical texts, scholarly books, and academic articles. Data were examined through content analysis, connecting classical literature, contemporary fatwas, and modern scholarship. The findings reveal that Fatwa No. 86/2023 not only provides legal legitimacy but also emphasizes ethical, spiritual, and social dimensions of environmental protection. Its implementation includes moderation in consumption, promotion of green economic practices, social participation in environmental movements, and framing ecological awareness as worship. This integration reaffirms the maqāṣid al-sharī‘ah, particularly the principle of ḥifẓ al-bī’ah (environmental preservation), while offering both theoretical and practical contributions to holistic climate change mitigation.

Author Biography

  • Muhammad Iqbal M.Ag, Writer, Muhadhir di Ma’had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga, Aceh

    Researcher

Ekoteologi Islam: Mengintegrasikan Nilai-Nilai Fatwa MUI No. 86 Tahun 2023 ke dalam Pola Hidup Berkelanjutan

Published

03-10-2025

How to Cite

Ekoteologi Islam: Mengintegrasikan Nilai-Nilai Fatwa MUI No. 86 Tahun 2023 ke dalam Pola Hidup Berkelanjutan. (2025). Jurnal Pemuliaan Lingkungan Hidup Dan Sumber Daya Alam, 2(02). https://jurnal.mui.or.id/index.php/lplhsda/article/view/32