Implementasi Bela Negara Melalui Fatwa MUI Nomor 86 Tahun 2023 tentang Pengendalian Perubahan Iklim
Keywords:
National defense, MUI fatwa, climate change, classical scholars, environment, Bela negara, Fatwa MUI, perubahan iklim, ulama klasik, lingkunganAbstract
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis implementasi bela negara melalui Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 86 Tahun 2023 tentang Pengendalian Perubahan Iklim dengan merujuk pada konsep bela negara dan pandangan ulama klasik, seperti Al-Māwardī, Al-Ghazali, dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Fatwa MUI menegaskan kewajiban setiap muslim untuk berkontribusi aktif dalam pengendalian perubahan iklim. (2) Fatwa MUI sejalan dengan pandangan ulama klasik yang menekankan tanggung jawab negara dan masyarakat keadilan dan keseimbangan dalam mengelola sumber daya. (3) Implementasi fatwa MUI merepresentasikan integrasi antara nilai agama dan kebangsaan dalam upaya bela negara. Kesimpulan penelitian ini adalah pengendalian perubahan iklim membutuhkan sinergitas dan kontribusi aktif nilai keagamaan dan kebangsaan, serta tanggung jawab kolektif warga negara untuk menjaga keberlangsungan hidup bangsa dan generasi mendatang. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai keagamaan dalam Fatwa MUI Nomor 86 Tahun 2023 disinergiskan dengan pembelajaran dan pelatihan bela negara yang melibatkan masyakat Indonesia.
The purpose of this study is to analyze the implementation of national defense through the Indonesian Ulema Council (MUI) Fatwa Number 86 of 2023 concerning Climate Change Control by referring to the concept of national defense and the views of classical scholars, such as Al-Māwardī, Al-Ghazali, and Ibn Qayyim al-Jauziyyah. The study used a qualitative method with a literature study approach. The results show that (1) the MUI Fatwa emphasizes the obligation of every Muslim to actively contribute to climate change control. (2) The MUI Fatwa is in line with the views of classical scholars who emphasize the responsibility of the state and society for justice and balance in managing resources. (3) The implementation of the MUI Fatwa represents the integration of religious and national values in national defense efforts. The conclusion of this study is that climate change control requires synergy and active contributions of religious and national values, as well as the collective responsibility of citizens to maintain the survival of the nation and future generations. This study recommends that the religious values in MUI Fatwa Number 86 of 2023 be synergized with national defense learning and training involving the Indonesian community.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.